Puskesmas Depok III Beserta Pemerintah Desa Caturtunggal Memperingati Hari Lanjut Usia Nasional

Depok (17/07/2019) bertempat di pendopo Puspadenta kantor  Desa Caturtunggal telah dilaksanakan gebyar lansia dalam rangka Hari Lanjut Usia Nasional (HALUN). Hadir pada pelaksanaan HALUN di Desa Caturtunggal adalah kepala Puskesmas Depok III, Camat Depok, Kepala Desa Caturtunggal, dan ketua TP-PKK Desa Caturtunggal. Pelaksanaan HALUN di Desa Caturtunggal merupakan kerjasama antara Puskesmas Depok III, pemerintas Desa Caturtunggal, Stikes Guna Bangsa dan Poltekkes Kemenkes RI. HALUN pada tahun 2019 mengangkat tema Menjadi Lansia Sehat, Mandiri dan Produktif dengan rangkaian kegiatan HALUN di Desa Caturtunggal yaitu senam lansia, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah dan cholesterol, konsultasi kesehatan yang terdiri dari konsultasi psikologi, konsultasi gizi, dan kosultasi oleh dokter, penyuluhan dari rumah sakit Condong Catur dan talkshow oleh Dr. dr. Probo Suseno, SpPD-KGer(K).

Disela-sela acara HALUN, diberikan pula penyuluhan oleh dokter rumah sakit Condong Catur yang memberikan materi tentang Gerkan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Dalam penyuluhannya, tim dari rumah sakit Condong Catur mengajak seluruh lansia yang hadir untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat dengan cara mengatur pola makan yaitu memperbanyak mengkonsumsi buah dan sayur, mengkonsumsi air putih yang cukup, melakukan aktifitas fisik dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Toto Suharto, S.KM., M.Kes selaku kepala Puskesmas Depok III dalam sambutannya, peringatan HALUN merupakan salah satu penghargaan bagi para lansia. Selain itu dapat menjadi wadah kepedulian sosial terhadap lansia agar lansia lebih produktif dan sehat.

Abu Bakar, S.Sos., M.Si selaku Camat Depok dalam sambutannya, memberikan apresiasi kepada pemerintah desa caturtunggal dan Puskesmas Depok III yang telah membuat kegiatan peringatan hari lanjut usia nasional. Acara semacam ini dapat di pertahankan dan rutin dilaksanakan setiap tahunnya agar lansia di wilayah Desa Caturtunggal tetap sehat, mandiri dan produktif.

Lanjut Agus Santoso selaku kepala Desa Caturtunggal dalam sambutannya, peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ini merupakan peringatan yang dapat membuat para lansia lebih produktif dalam kesehariannya. Beliau berharap agar setelah kegiatan ini lansia di Desa Caturtunggal dapat termotivasi dan lebih sehat.

Acara gebyar lansia juga memberikan penghargaan kepada posyandu lansia yang teraktif yaitu posyandu Seturan, posyandu Tempel dan posyandu Gowok. Harapannya diberikan penghargaan agar posyandu tetap aktif dan menjadi motivasi terhadap posyandu yang lainnya. Selama acara berlangsung, peserta dapat melakukan pemeriksaan laboratorium yang terdiri dari gula darah dan cholesterol, pemeriksaan tekanan darah, konsultasi dokter, konsultasi psikologi serta konsultasi gizi.

Acara inti diisi dengan talkshow oleh Dr. dr. Probo Suseno, SpPD-KGer(K). Disampaikan oleh beliau bahwa lansia dapat menjaga kebersihan diri dan selalu menjaga kesehatannya agar lansia dapat lebih produktif. Beragam kondisi di usia lanjut telah terjadi perubahan-perubahan yaitu rambut yang mulai memutih, jalan yang sudah tidak bisa tegak, kurangnya daya ingat, tubuh yang semakin lemah dan telah memiliki gangguan kesehatannya yang diharuskan meminum obat di setiap hari. Tidak jarang apabila lansia juga sudah mengalami gangguan psikologi maupun mental.

Soal menjaga perilaku hidup sehat lansia, ia menyarankan bagi mereka yang akan memasuki usia lansia maupun untuk para lansia, untuk selalu mengonsumsi buah dan sayuran secara rutin, meningglkan kebiasan pola hidup tidak sehat, seperti merokok dan mengonsumsi alkohol serta tekun berolah raga.

Lanjut Probo, meskipun lansia memiliki lebih dari 2 jenis penyakit, yang terpenting adalah tetap menjaga pola hidup sehat dengan menjaga pola makan dan olah raga secara teratur. Ia menyebutkan beberapa penyakit yang serig di derita oleh lansia. Namun ada satu penyakit yang menjadi perhatian yaitu depresi akibat kesepian. Menurutnya, sangat berbahaya karena depresi akibat kesepian tersebut menyebabkan daya tahan tubuh menurun, mudah gampang sakit, selalu diikuti infeksi paru dan infeksi saluran kencing, imbuhnya. (AS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *