POJOK DOTS

KLINIK TB PUSKESMAS DEPOK III

Puskesmas Depok III  ,dilengkapi dengan klinik Tuberkulosis (TB) dengan di lengkapi laboratorium yang memadai.dengan adanya klinik TB di puskesmas depok II guna mengobati pasien TB tentunya terutama di wilayah catur tunggal.pendaftaran seperti yang sudah tertera di wab puskesmas depok III

Apakah TBC bisa sembuh total?

Meski termasuk penyakit kronis, TBC bisa sembuh total. Dikutip dari Okezone, HM Subuh, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Pengendalian Lingkungan (P2PL) dari Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa untuk bisa mengetahui Anda sembuh total dari TBC harus dipastikan lewat tes laboratorium.

Jika pemeriksaan BTA (seberapa banyak kuman TB hidup dalam dahak) menunjukkan hasil negatif, maka risiko penularan pada orang lain semakin rendah. Bahkan, Anda bisa dinyatakan sembuh total.

Beliau menyatakan bahwa peluang TBC bisa sembuh total mencapai 99% apabila Anda rutin minum obat setiap hari selama 6 bulan berturut-turut. Jika tidak dijalani dengan benar, kuman hanya melemah sesaat dan kemudian menguat sehingga Anda mendapat kesan bahwa penyakit Anda “kambuh”. Padahal sebenarnya penyakit Anda tidak pernah sembuh sepenuhnya.

Obat TB harus diminum rutin selama 6 bulan kalau ingin sembuh total

Dewi Kusumawati, seorang dokter penanggung jawab klinik TB-Dots RS St Elizabeth Semarang, menyatakan bahwa kuman TB Paru merupakan bakteri yang termasuk jenis tahan asam. Jika diobati dengan antibiotik, kuman lain antara 3 hingga 5 hari sudah sembuh. Namun riset membuktikan bahwa bakteri TB baru akan mati total setelah 6 bulan pengobatan sesuai dengan dosis yang dianjurkan dokter.

Pada dua bulan pertama pengobatan, Anda akan merasa lebih membaik dan mungkin menganggap bahwa Anda sudah sembuh. Namun sebenarnya bakteri tuberkulosis masih hidup, namun masih dalam kondisi “pingsan” karena dihantam oleh beberapa antibiotik sekaligus. Oleh karena itu, dosis tetap harus Anda lanjutkan sesuai perintah dokter agar tuberkulosis bisa sembuh.

Jika Anda lalai berobat, bakteri-bakteri yang “pingsan” ini akan terbangun dan semakin menguat sehingga kondisi Anda pun kembali memburuk. Lebih parah lagi, bakteri tuberkulosis akan menjadi kebal terhadap obat-obat antibiotik yang sudah Anda minum. Inilah yang disebut dengan Multi Drug Resistant Tuberculosis atau disingkat MDR-TB.

MDR-TB adalah masalah yang serius. Ini berarti bakteri semakin sulit untuk dibunuh dan kemungkinan Anda untuk sembuh pun semakin menurun. Ditambah lagi, Anda perlu minum antibiotik yang lebih kuat yang berisiko untuk memberikan Anda efek samping yang tidak menyenangkan.

Di Indonesia, MDR-TB sudah cukup sering ditemukan. Beberapa penyebab kegagalan pengobatan tuberkulosis hingga bisa berkembang menjadi MDR-TB adalah karena kurangnya informasi, tidak adanya uang untuk pengobatan atau transportasi ke puskesmas atau rumah sakit, efek samping, kurangnya komitmen untuk mengonsumsi obat jangka panjang, hingga malabsorpsi.

Beberapa kondisi pasien bahkan memburuk hanya karena merasa malu ketika harus pergi berobat karena tuberkulosis. Beruntung, di Indonesia obat TB-Paru sudah gratis serta adanya pengawas minum obat sehingga bisa meningkatkan tingkat keberhasilan pengobatan.